Ngemeng-ngemeng soal Cokelat
Kenapa saya tulis 'ngemeng-ngemeng'? Karena 'ngomong-ngomong' sudah terlalu mainstream. Haha, nggak lucu ya, ya sudah abaikan saja...
Pernah nggak kepikiran apa sih keuntungan memakan cokelat? Asal-usulnya? Kenapa sih makan cokelat bisa bikin gemuk? Saya juga kemarin-kemarin nanya-nanya dalam hati, dan sekarang saya sudah tau semuanya, hahaha :D
Klik 'Penasaran?' kalau Anda semua penasaran.
Cokelat memiliki nama ilmiah Theobroma cacao. Cokelat ini awalnya berasal dari Meso-Amerika, yaitu sekitar daerah suku Maya dan Aztec. Dulu mereka membuat minuman yang disebut xocolātl yang artinya minuman pahit. Dulu mereka tidak memakan cokelatnya, justru menjadikannya minuman. Bangsa Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan buih yang ditambahkan lada, dan semacam rempah-rempah lain. Manfaat dari minuman ini katanya sebagai pencegah lelah, yang mungkin dikarenakan ada kandungan zat theobromin di dalamnya. Lalu sejak Bangsa Maya runtuh, Aztec mempunyai cokelat yang berlimpah, dan menganggapnya "makanan para dewa" (theobroma, dalam bahasa Yunani). Saat bangsa Spanyol datang, mereka mencoba minuman tersebut dan rasanya pahit. Sehingga mereka menambahkan gula sehingga rasanya lebih enak. Lalu setelah itu, cokelat mulai tersebar di Prancis, Belanda, dan Inggris.Cokelat nggak hanya dibuat sebagai minuman saja, sekarang ini juga bisa dibuat dalam bentuk snack yang disukai anak-anak. Menurut penelitian di Harvard University, sering memakan coklat atau permen dapat memperpanjang umur 1 tahun lebih lama dari pada yang tidak sama sekali. Diduga antioksidan fenol yang terdapat pada cokelat membuat umur seseorang lebih lama dan sangat baik untuk jantung, sama seperti anggur merah. Cokelat juga dapat menghambat kolesterol jahat dan tentunya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Sehingga, Anda terhindar dari resiko serangan jantung dan kanker.
Teruuus, katanya ada yang bilang kalau makan cokelat bisa membuat badan jadi gemuk dan membuat karies gigi. Kenapa bisa gitu? Itu karena Anda mungkin kurang mengimbangi memakan cokelat dengan berolahraga. Menurut penelitian di Harvard University, memakan cokelat atau permen harus diimbangi dengan olahraga dan makanan dengan menu yang seimbang. Jadinya Anda tak perlu takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kegemukan dan penyakit-penyakit lainnya ...
Cokelat juga mempunyai lemak nabati, tapi tak sejahat kolesterol. Cokelat sama sekali tidak memiliki kolesterol. Yang menyebabkan lemak cokelat tidak sejahat lemak hewan adalah kandungan stearat yang tinggi pada cokelat. Stearat adalah asam lemak netral yang tidak memicu kolesterol darah.
Anjuran untuk memakan cokelat adalah memakan cokelat 2-3 kali seminggu atau minum cokelat setiap hari. Sebaiknya memakan cokelat itu tidak terlalu sering, juga tidak terlalu jarang.
Cokelat tidak sembarangan hewan yang bisa memakannya. Yang tidak bisa memakan coklat adalah anjing, burung kakaktua, kucing (anak kucing khususnya), tikus kecil-kecil, dan kuda. Ini karena mereka tidak dapat mencerna kandungan kimia yang ada di cokelat, yaitu theobromin. Lalu, theobromin akan terus berada di dalam aliran darah mereka selama 20 jam, dan mereka akan mengalami epilepsi dan kejang-kejang, serangan jantung, pendarahan internal, dan akhirnya kematian. Jika salah satu hewan ini secara tidak sengaja ataupun sengaja memakan cokelat, segera muntahkan cokelatnya dan bawa ke dokter hewan.
Okeeeh, itu saja ngemeng-ngemeng mengenai cokelat. Cokelat itu enak banget kok, rasanya wow, manfaatnya juga wow.. Hahaha :D
Comments
Post a Comment